Selasa, 11 Agustus 2009

Asumsi SBY Terkait Bom Mega Kuningan Dinilai Terlalu Gegabah

Ahad, 19Juli 2009

Menyikapi Insiden Bom Mega Kuningan FPI sangat berbela sungkawa dan menghimbau umat Islam untuk sentiasa menjaga persatuan dan kesatuan, jangan sampai terpengaruh adu domba pihak yang mencoba mengambil keuntungan pada insiden ini.
Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mengaitkan ledakan di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton Jakarta kemarin dengan hasil akhir pemilihan umum presiden dinilai sangat memperkeruh suasana.
Presiden juga mengatakan aksi teror itu dilakukan oleh kelompok teroris, meski belum tentu jaringan teroris yang dikenal selama ini. Ia tidak menunjuk langsung siapa yang dimaksud, tapi ia mengatakan, "Barangkali di antara kita yang di waktu lalu melakukan kejahatan, membunuh, dan menghilangkan orang, barangkali masih lolos. Kali ini negara tak boleh membiarkan mereka menjadi drakula dan penyebar maut di negeri kita," katanya.
Pernyataan SBY yang mengaitkan Bom Mega Kuningan dengan ketidakpuasan Hasil Pilpres adalah bentuk kepanikan yang sangat emosi & tendensius, sekaligus provokatif & gegabah.
Bahkan terlalu bodoh, karena SBY bisa berasumsi bahwa Bom tersebut sebagai bentuk ketidakpuasan pihak tertentu terhadap Hasil Pilpres. Maka pihak lain pun bisa berasumsi sebaliknya bahwa Bom tersebut sebagai pengalihan perhatian untuk menutupi kecurangan Pilpres, sekaligus sebagai upaya beri kesan terzalimi agar dapat simpatik rakyat sebagaimana kebiasaan SBY selama ini.
Artinya jika bom tersebut dipolitisir, maka siapapun bisa dituduh dengan motifnya masing-masing, termasuk SBY sekalipun. Karena itu, STOP segala bentuk asumsi, dan serahkan saja kepada pengusutan, penyelidikan, dan penyidikan yang berwenang. Jalankan proses hukum yang tegas dan jelas, serta jujur & adil.
Yang jelas kita semua mengecam keras Bom tersebut siapapun pelakunya. Dan apapun motif dan alasannya. Apalagi dilakukan dibulan Rajab yang merupakan salah satu dari 4 bulan suci yang diharamkan terjadi pertumpahan darah. Pelakunya mesti dicari, ditangkap, diadili dan dihukum yang setimpal.
Bukan saja karena jatuh korban nyawa ataupun luka, serta menebar rasa takut secara meluas di tengah masyarakat, tapi juga karena disaat suhu politik memanas, maka Bom tersebut bisa menjadi pemantik adu domba antar anak bangsa sehingga bisa terjadi perang saudara, dan disaat ekonomi negeri sedang ambruk dengan total utang 1700 triliun rupiah, maka Bom tersebut juga bisa buat negeri collaps, Ayo, STOP TEROR BOM ! Lawan segala Kejahatan Kemanusiaan ! Tegakkan Hukum dan Keadilan !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar